7.06.2006

Inflasi

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus akibat terganggunya keseimbangan antara arus uang dan arus barang.

Sebab-sebab Inflasi

Inflasi dapat dibedakan menjadi:

  1. Demand pull inflation: Inflasi karena daya beli masyarakat naik lebih cepat dibandingkan dengan produksi masyarakat. Istilah lainnya, demand side inflation atau demand shock inflation.
  2. Cost push inflation: Inflasi yang disebabkan karena kenaikkan biaya produksi. Istilah lainnya yaitu supply side inflation atau supply shock inflation.
  3. Demand pull inflation dan cost push inflation dapat saling berinteraksi menyebabkan wage-price spiral.

Tingkat Keparahan Inflasi

  1. Inflasi lunak (mild inflation): bila tingkat inflasi kurang dari 10% per tahun.
  2. Inflasi sedang (walking inflation): bila tingkat inflasi di atas 10% - 30% per tahun.
  3. Inflasi ganas (galloping inflation): bila tingkat inflasi di atas 30% - 100% per tahun.
  4. Hiperinflasi (hyperinflation): bila tingkat inflasi di atas 100% per tahun.

Cara Menghitung Inflasi

Di Indonesia, inflasi dihitung oleh BPS (Badan Pusat Statistik) dengan menggunakan IHK (Indeks Harga Konsumen) atau CPI (Consumers Price Index). Inflasi merupakan perubahan IHK dari waktu ke waktu (bulan atau tahun). Metode penghitungan inflasi di Indonesia dapat dilihat di: http://www.bps.go.id/sector/cpi/

Akibat-akibat Inflasi

  1. Turunnya daya beli masyarakat
  2. Barang-barang ekspor menjadi mahal
  3. Bertambahnya jumlah penduduk miskin

Uraian lebih lengkap lihat:

Kebijakan Mengatasi Inflasi